satu dari sekian banyak
Satu dari sekian banyaknya tulisanku, entah itu di dalam buku, tertuang di podcast, di blog ini, maupun entah sekadar angin yang berlalu
Aku berharap kamu mengingat lekat lekat tulisan ini nis
Karena dari huruf ke suku kata, kemudian menjadi kata, lalu kalimat dan berakhir menjadi paragraf yang ku tuliskan disini adalah bentuk tulisan paling ikhlas yang aku persembahkan untukmu
Sekarang umurmu masih dua puluh tahun walau 20 hari kedepan akan menjadi 21
Tetapi aku ingin menuliskan kilas balik, sedikit saja, barangkali yang abadi dan detail panjangnya hanya akan tersimpan dan terkenang di dalam kepala
Dua puluh tahun menjalani hidup di dunia ini
Dengan segala ingar bingar di luar, sepi dan sendiri di dalam, kalut yang ada, sedih bahagia, datang dan kepergian, bimbang, ragu dengan hubungan
Atau segala hal yang tidak bisa dan tidak muat jika harus disebutkan satu satu pada kalimat di atas
Aku percaya setiap yang jatuh akan menemukan jalannya untuk berdiri, entah itu untuk sekadar bangkit lagi ataupun disertai meratapi
Dua puluh tahun sudah aku menyaksikan hiruk pikuk jalanan sekitarku, baik yang dekat, yang di seberang, yang jauh, sampai yang di luar jangkauan
Dua puluh tahun sudah aku menjalani, menghadapi segala hal yang sekali lagi akan penuh jika harus dituliskan di sini
Dari sekian banyak perjalanan ku menuju ke detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun-tahun berikutnya
Aku menyadari banyak hal, mungkin masih ada yang kuingat
Tetapi mungkin juga lebih banyak yang aku lupa kecuali jika aku menuliskannya
Bahwa hidup adalah perjalanan, bukan soal mencari tetapi soal menemukan, bukan soal mencaci tetapi merangkul, bukan soal bersedih tetapi mengikhlaskan dengan hati yang lapang, bukan soal menangis tetapi tentang bagaimana tegar menghadapi, bukan soal kepergian tetapi perihal bagaimana segalanya sudah menjadi takdir, bukan soal keraguan tetapi perihal bagaimana berani mengambil keputusan, bukan soal bertanya tanya harus apa dan kemana setelah ini tetapi tentukan tujuan dan bergegaslah
Apa yang kau tangisi setiap malam
Padahal kamu tau persis bagaimana Allah menyelamatkan mu selalu dari ini semua
Apa yang kau sedihkan
Apa yang kamu khawatirkan
Jika kamu tau persis Allah punya rencananya yang terbaik
Untuk apa kamu simpan segala kenangan buruk dan pahit soal seseorang laki laki
Padahal sekali lagi, kamu tau itu adalah trauma selama ini
Untuk apa kamu menunggu nya
Berharap esok akan segera kembali, menyapa, dan memberi kabar gembira
Padahal kamu tau betul, sedari awal ia tidak pernah menjadi milikmu
Untuk apa kamu merasa lelah
Padahal kamu sendiri yang selalu memilih di tempat yang semula padahal kamu pun juga sudah tau ujungnya akan bagaimana ini semua
Untuk apa?
Mungkin setelah membaca tulisan ini kamu akan tertegun sejenak atau dalam waktu lama
Karena aku yakin rasanya pasti seperti dihujam banyak sekali hal menyakitkan
Lalu untuk apa kamu merasa sesak dan sakit
Padahal sekali lagi kamu sudah tau bagaimana ujung dari ini semua
Untuk apa kamu bingung memilih dan mengambil keputusan
Padahal jelas jelas dari dulu selalu ia yang kamu pertahankan dan jadikan alasan alasan hal yang tidak masuk akal
Sekarang kamu baru tersadar nis, kiranya hal hal yang sudah kita lalui, jalani, dan hadapi sejauh ini adalah sesuatu yang membuat mu sendiri bingung
Umur 21 nanti, aku berharap besar bahwa kamu telah bangun dari mimpi panjangmu
Bangunlah, bukalah matamu yang semua terpejam
Sadarlah bahwa menunggu bukan hal yang sederhana ketika harus dilakukan
Sadarlah bahwa yang kamu butuhkan bukan lelaki itu
Sadarlah bahwa kamu masih memiliki banyak harapan dan bisa mewujudkannya sendiri tanpa nya
Tunjukkan kepada dunia bahwa segala ketertatihanmu menjalani hubungan selama hampir 4 tahun itu adalah hal yang bisa sekali hapus
Tunjukan kepada dunia, bahwa esok ketika kamu terbangun lagi
Tiada sesak, tiada sakit, tiada marah, tiasa ragu
Yang ada hanya kamu yang sudah berani
Yang ada hanya kamu yang masih selalu menjadi anis
Yang ada masih kamu yang selalu berusaha mewujudkan mimpi
