cukupkan
Sekarang tanggal 23, pukul 10 malam lewat 12
Aku baru saja berbaring di sofa, masih sofa abu abu
Tetapi ku harap nanti aku memiliki sofa juga di rumahku sendiri
Hari ini rasanya seperti sesuatu yg mmegganjal di dalam hatiku
Berkeliaran, ke sana kemari
Membungkam, membuat sedih, membuat kesal, bahkan sudah membuatku menangis
Hal hal yg ingin sekali aku suruh pergi jauh ber mil mil jaraknya
Tetapi apalah daya, manusia kiranya juga harus menerima
Segala sesuatu terjadi
Mungkin nanti ketika aku membaca tulisan ini lagi aku tidak tau dan tidak mengingat apa yang telah terjadi
Tetapi semoga bagaimana pun kondisikan melajulah, melangkah lah ke depan
Banyak salahku, banyak kurang ku, tetapi semoga kita masih selalu punya kesempatan untuk memperbaiki dan memberikan manfaat bagi diri kita maupun sekitar
Aku ingin menulis sepanjang hari, seperti yang biasa kulakukan ketika smp-sma
Tetapi rasanya menghadapi dunia yg sesungguhnya melelahkan ya nis
Gapapa, take a deep breath
Istirahat, cukupkan semua rasa yang kamu perlukan
.
Pagi ini tanggal 24, aku bangun dengan mata sembab, yang terasa berat ketika dibuka
Aku mengingat, mungkin karena tangisku kemarin
Lalu ketika melanjutkan tulisan ini lagi, aku bertanya di dalam diriku sendiri
Apakah boleh manusia mmeiliki pilihan sendiri?
Apakah bisa manusia menghadapi semua masalahnya sendiri?
Apakah bisa manusia selalu punya rasa sabar yang jika digambarkan seluas samudra itu bisa terjadi?
Apakah boleh ketika aku menangisi hal hal seperti ini
Kata bapakku kemarin ketika aku bercerita "sabar nduk"
Tetapi kusadari bahwa ternyata kata sabar juga sering dilontarkan oleh seseorang yang tidak pernah merasakan,
Atau kalau tidak begitu, sesorang yg berbeda situasinya
Mungkin aku bisa kuat, tetapi itu harus menjadi pilihanku
Jadi, sudah bukan kemungkinan lagi, tetapi harus
Semoga nanti di masa depan, atau beberapa tahun setelah aku menulis ini
Kamu nis, bisa membacanya lagi dengan keadaan yang selalu lebih baik, dan lebih kuat dari hari ini
Oiya, besok pra pelantikan
Jika kamu masih bertnya pelantikan apa
Kurasa kamu pasti mengingatnya, atau kuberi tahu yakni cita citan sewaktu dulu kalian sering sms an setiap waktu pada 2016
Kebetulan aku sedang menulis, jadi sekalian aku ucapkan disini sekarang
Selamat ya pra, untuk kegigihaanmu, ketidak mneyerahanmu, ketekunanmu, kesabaranmu, pantang menyerahmu, semangatmu, kerajinanmu, kelolosanmu, dan selamat atas pelantikanmu
Aku sedikit banyak menyaksikan bagaimana jatuh bangunmu, selamat sudah selesai ya
Semoga kamu bisa menjadi orang yg bermanfaat untuk semua dengan apa yg kamu miliki sekarang
Semoga kelak ketika aku atau bahkan kamu tidak sengaja membaca tulisan ini, kita masih berteman dengan sangat baik, atau lebih dari itu
Senang bisa mengenalmu, senang bisa mengiringimu, senang bisa bertemu lagi dengan,u pada 2021
Tetapi, entah bagaimana nantinya, kuharap kita berdua selalu punya tempat ikhlas di hati kita masing masing jika memang tidak ditakdirkan bersama
Ini adalah foto yg terakhir pra kirimkan kepadaku sebelum memulainya
Aku berkeinginan besar untuk mengiringi langkahmu begitupun sebaliknya pra
Sekali lagi, selamat kuucapkan untukmu, kenapa hari ini aku mengucapkannya?
Padahal pelantikanmu besok?
Padahal pelantikanmu besok?
Karena,
Ini bukan cuman soal pelantikan, ini soal segala usahamu untuk sampai di tahap yang sekarang
Baik-baik selalu ya, sampai bertemu lagi