a little story

Sekarang umurku 20 tahun lebih 10 bulan
Aku sedang menjalani semester 4 ku, masih di prodi yang waktu itu menjadi cita citaku sewaktu kecil

Beberapa waktu lalu, aku pulang mungkin jam setengah 12 malam
Dingin angin malam menusuk 
Rasanya bulu kudukku merinding melewati jalanan yang sepi malam itu

Beberapa hari sebelumnya aku menonton bioskop animasi anak berjudul "Jumbo" bersama temanku, lalu kami photobooth berempat dan itu adalah pertama kalinya aku photobooth langsung hehe, selain itu kami pulang malam nasi goreng lesehan di daerah Ngaliyan juga

Kemarin tanggal 21 April, atau hari yang yang biasanya diperingati sebagai hari kelahiran Kartini
Aku juga melaksanakan observasi matakuliah psikologi pendidikan di sdn Tugurejo 2, masih di daerah sini juga, estimasi kesana mungkin 10-15 menit an
Lalu kebetulan kepala sekolahnya alumni pgsd Unnes juga dengan dosen pembimbing yg sama dengan dosen pengampu matakuliah yg sedang aku observasikan saat itu juga 
Beliau baik, lalu kalimat motivasi dari beliau yg aku garis bawahi adalah "jangan menjadi guru, jika menjadi guru yang biasa saja, jadilah guru yang luar biasa dengan memanfaatkan teknologi yang ada seiring berkembangnya zaman, ingat jangan pernah jadi guru jika biasa saja, jadilah guru yang luar biasa"
Beliau mengulangi nya sekali lagi
Aku tertegun, terkagum, terkesima, dan sesuatu perasaan membanggakan bisa memiliki cita cita sebagai guru

Lalu kami diarahkan untuk mewawancarai guru kelas 1 dengan nama Bu Anis, waw, ya, namanya memang Bu Anis. Umurnya mungkin sudah memasuki paruh baya atau bisa dikatakan lansia.
Akan tetapi ketika berbincang dengan beliau rasanya aku seperti menemukan semangat mengajar yang masih menggebu-gebu walaupun umurnya sudah tidak lagi muda.
Semangat mengajar dan mendidik itu, membuatku terenyuh di sela sela memberi pertanyaan dan mendengarkan beliau menjawab
Aku ingin menjadi seperti beliau juga ketika nanti menjadi guru, beliau disiplin tetapi juga baik hati
Semangat mengajar itu menyentuh hati kecilku sehingga aku berkeinginan besar untuk meniru beliau suatu saat nanti
Sungguh pengalaman hangat dan begitu membuat hati penuh sekali ketika berada di sd tersebut, 
Aku melihat sekilas, sdnya terbilang sederhana tetapi rapi, halamannya tidak terlalu luas tetapi cukup jika digunakan untuk anak anak pada saat jam olahraga ataupun berlatih kegiatan Pramuka 
Senang rasanya diterima dengan sangat baik dan penuh kasih di sana seperti "anak sendiri"
Bahkan Bu Anis tidak henti bilang untuk jangan lupa nanti mampir ke rumahnya 
Mengaitkan pengalaman berharga itu dengan kasih dalam rangka hari Kartini walaupun lebih dari satu hari yakni
Semoga semangat para perempuan entah sebagai apa mereka terutama dalam bidang pendidikan selalu membara, menyala, dan berkobar tak pernah padam walau usia sudah tidak lagi beliau
Semoga kita bisa meneladani sikap sikap RA Kartini, maupun Kartini masa modern dalam bersikap dan mengambil tindakan 
Semoga diri kita, lingkungan sekitar kita, dan Indonesia selalu punya semangat menebar binih keberanian dan kebermanfaatan untuk sesama.

Hari ini aku mengerjakan beberapa tugasku, lalu bersiap tidur di sofa warna abu abu di rumah kakak perempuan ku

Lalu sambil mendengar lagu the night we met, aku seketika mengingat ibuku
Andai saja, andai
Andai aku tau lebih awal bahwa waktu bersama ibuku tidak sebentar mungkin aku masih memiliki kesempatan untuk lebih banyak menghabiskan waktu dengannya
Mungkin aku bisa menemaninya tidur di kamarnya, makan bersama nya, memeluk nya dengan erat, duduk di beranda dengannya
Tetapi itu hanya tinggal andai
Sekarang ibu sudah tenang di sana, ibu kembali ke Rahmatullah 

Ibu aku akan baik di sini
Tetapi kuharap ibu memaafkan segala salahku selama ini,
Maaf sebesar-besarnya 
Dan terima kasih sudah memilih melahirkan ku ke dunia

Semoga Anis bisa wisuda tepat waktu, membanggakan ayah dan ibu, semoga Anis memiliki keluarga yang sakinah mawadah warahmah seperti ayah dan ibu, semoga Anis menjadi perempuan dengan kesabaran seluas ibu, semoga anis mewarisi segala keikhlasan ibu dalam berbuat baik dan menolong orang

Ibu, sampai kita ketemu lagi nggih, Anis sayang kalih ibuk 
Nanti Anis ceritakan bagaimana Semarang dan cerita di dalamnya lebih lengkap daripada di prolog tulisan ini

Postingan populer dari blog ini

perihal bagaimana akhirnya kami saling mengerti

akhirnya kami ada di sini

merajut kenangan