sugeng tindak, bu


Hari ini adalah tanggal 29 Desember 2024, atau kurang lebih tiga Minggu setelah ibuku berpulang 

How does it feel?
Entahlah, aku tidak bisa menuliskannya disini
Ibuku berpulang pada sekitar awal Desember bulan ini, 
Ibu berpulang pada bulan pernikahannya dengan ayahku

Rasanya menyesakkan ketika menuliskan ini
Hari ini aku membersihkan kamar ibu, setelah semua selesai aku melihat setiap sudutnya merasakan kehangatan ibu
Mengingat ibu tidur disana
Entahlah mungkin tulisanku kali ini akan kacau atau tidak ada diksi diksi yang menghiasi satu dua patah kalimat yang tertera

Tetapi aku panjatkan doa dari sini untuk ibu
Semoga Allah tempatkan ibu di sisi terbaik -Nya

Pertanyaan hari ketika ibu berpulang sore itu salah satunya yakni "mengapa secepat ini?"
Tetapi manusia hanya menjalani takdirnya seperti yang telah Allah gariskan
Manusia hanya bisa menerima dengan lapang dada
Duduk diatas kursi warna tosca itu aku meminta maaf sebesar-besarnya kepada ibuku atas segala kesalahan ku kepadanya, atas segala hal yang belum banyak bisa ku perbuat untuk membahagiakannya
Segala maaf ku ucapkan berulang kali, berharap detik itu juga ibuku masih disebelah jenazahnya dan mendengarkan ku meminta maaf dan mengucapkan terima kasih banyak sudah melahirkan ku ke dunia
Aku ingat betul, ketika aku pulang ketika pilkada lalu tgl 25 November melihat ibu tersenyum dan mengatakan, "doakan aku supaya nanti aku bisa datang ke wisudamu"
Tetapi tanggal 9 Desember ibuku berpulang, ibu dipanggil Allah sore itu setelah selesai menunaikan sholat Maghrib di musholla depan rumah

Aku ingat betul, hari itu tanggal 28 November ketika ayah, ibu, masku, dan aku pergi ke Rembang membelikan laptop untukku 
Aku melihat cara ibuku berjalan yang ringkih sekali sampai aku menggandeng nya untuk berjalan pelan pelan
Aku ingat betul ketika di dalam toko komputer itu, aku kebingungan memilih mana yang akan aku beli
Lalu ibu duduk di dekat pintu meluruskan kakinya sambil berkata "wis, ndang milih, ndang milih sinh endi" atau jika dalam bahas Indonesia "sudahlah, silahkan pilih, kamu mau yang mana "
Aku ingat betul ketika menunggu 2 jam proses instal ke laptop itu, kita memutuskan untuk ke alun alun Rembang dan ibu menungguku sholat ashar sore itu memakai kerudung warna kuning favorit nya
Aku ingat betul ibu, masku, dan aku duduk di dekat gerbang masjid sambil menyantap sosis telur, dan telur gulung yang dibeli di sebrangnya
Ketika aku membeli jajan itu, aku lihat ibuku duduk disamping masku tersenyum cantik kearahku
Aku ingat betul senyuman itu, sambil melambaikan tangan sekejap
Aku ingat betul setelah mengambil laptop yang sudah jadi, kami kembali untuk makan nasi gandul di alun alun, nasi gandul kesukaan ayah dan ibuku
Aku ingat aku duduk di samping kiri ibuku, dan makan bersama keluarga 
Aku terenyuh dan terharu ketika sadar bahwa itu komen makan terakhir bersama ibuku

Aku ingat betul ketika ibu mengantarkan ku ke Lasem pada 29 November dengan ayah, lalu aku dan ibu makan cilok berdua dan makan kerupuk warna kuning/ oranye di depan ruko ruko itu
Lalu ketika aku naik bis, ibu melambaikan tangganya sambil tersenyum kepadaku 
Ketika aku menyadari bahwa itu adalah momen terakhir ku bersama ibuku, sesak sekali rasanya, menyedihkan sekali rasanya 
Ingin aku peluk sekali lagi yang erat sampai tidak akan ku lepaskan

Anis nyuwun pangapunten ingkang kathah nggih ibuk kagem sedoyonipun kaluputan Anis dhateng ibuk, 
Maturnuwun sanget sampun ngelahirke Anis dateng dunya niki, mugi Mugi Gusti Allah bales sedoyonipun ke-sae an ibu dhateng mriki
Husnul khatimah nggih Ibuk,
Sampai bertemu kembali kita semuanya InsyaAllah nanti di syurganya Gusti Allah 🥺


                                                               -Tri Anisa K
                                                               29/12/2024
                                                               Pukul 12:08

Postingan populer dari blog ini

perihal bagaimana akhirnya kami saling mengerti

akhirnya kami ada di sini

merajut kenangan