when you see people like this meet you
aku kembali duduk
seperti biasa, di kursi rotan, dan di beranda sebuah rumah kakak perempuanku
tadi ada banyak sekali pikiran yang bergelut di dalam kepalaku
tentang hal hal yang mungkin bisa aku jabarkan disini sebagai sesuatu yang sangat aku benci
hanya ada beberapa pertanyaan ketika aku sedang berhadapan dengan momen menyakitkan itu
"mengapa harus bertemu dia? mengapa aku harus mengalami perasaan tidak mengenakkan seperti ini lagi?"
satu persatu tanda tanya justru semakin menghujamku dengan seribu pertanyaan
ternyata ada manusia seperti ini ya...
sungguh ironisnya dunia masih membiarkannya hidup dengan banyak orang yang perduli dengannya
begitu ironis ketika dunia masih bisa membuatnya tenang, seolah tidak pernah dan tidak terjadi apa apa
sangat ironis ketika dunia masih menyaksikannya berkeliaran kesana-kemari tanpa merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya
aku berdoa semoga allah lapangkan segala bentuk kata dan wujud kata sabar itu ke dalam tiap-tiap langkah dan lembaran yang hendak aku tuju
aku; hanya merogoh satu dua patah kata saja untuk jadi permulaan segala isi tulisan di dalam sini bermuara
aku diam; seolah olah aku tidak berani, seolah olah ia pikir aku pengecut yang barangakli sejengkal saja merangkak dan berjalan harus dituntun sambil dilihat oleh mata kepalanya sendiri
aku ingin terlelap saja membayangkan seolah olah dunia hanya berisi perasaan dan kejadian yang hanya kita inginkan bukan seperti layaknya isapan jempol belaka
aku memilih diam dan menceritakan kejadian ini secara utuh kepada rekan ku
memilih diam, akan tetapi di balik itu semua lebih tepatnya disini aku menyumpah serapahi ia dengan segala bentuk kekecewaanku terhadap seseorang biadab
aku mengingatmu beserta seluruh detail kejadian ini
semoga semesta selalu punya porsi yang cukup dalam memberimu sebuah pelajaran dan arti kehidupan
semoga tidak ada kata benar benar "tentram" di dalam hidupmu selamanya
semoga kekejaman itu berbalik ke dirimu suatu saat nnati entah dalam kondisi apapun dan entah dalam momen apapun