aku terbangun

Aku bangun di suatu pagi
Matahari tampak mengenai sedikit wajahku
Ku kira ku sedang berada di kamar kesayangan ku ketika di rumah
Ternyata aku berada di sebuah kota bernama Semarang, di sebuah ruangan dengan tiga orang lainnya bernama paws, kays, dan sevs

Aku tidak segera beranjak dari tempat tidurku yang berukuran 90×120 ini.
Aku merenungkan
Bahwa untuk memperoleh gelar, bahwa untuk mewujudkan cita cita orang tua, atau bahkan cita citaku (semasa kecil) juga
Butuh pengorbanan

Aku kembali menatap layar handphone ku
Ada beberapa tugas kelompok maupun individu yang belum ku selesaikan bahkan ada yang tidak ku sentuh sama sekali

Awal berada di sini, di pgsd ini
Aku merasa semuanya akan berjalan dengan baik-baik saja, dan sebagaimana mustinya
Akan tetapi, ketika memasuki Minggu ke dua dan ke tiga
Aku di hadapkan oleh kenyataan pahit
Di mana beberapa temanku melakukan hal yang mungkin kurang ku sukai
Terkadang aku pun bingung, dan bertanya tanya pada diriku
Perlakuan mereka yang seperti itu memang karena sudah melekat dalam diri mereka atau aku yang memang tidak pernah menemukan, atau ada sewaktu SMA dan merasa dejavu saat itu juga

Ketiga teman sekamar ku adalah kakak tingkat yang sekarang menempuhnya semester 3, mereka semua kelahiran 2004 juga akan tetapi lebih ke akhir taun
Jadi, ya bisa dikatakan (memang sebenarnya) lebih tuaan aku, wkwkwk
Mereka adalah orang yang ramah, yang suka tertawa mencairkan keheningan, mereka adalah ketiga kakakku, temanku, keluarga ku selam ada di sini
Semoga nanti di kehidupan yang lain, atau di manapun itu, semesta selalu memperlakukan mereka dengan sebaik baiknya

Soal hubungan ku dengan ketiga teman dekatku alias bestieku selama menduduki bangku SMA
Ngomong-ngomong nih,
Syukur Alhamdulillah kami berempat akhirnya di Semarang
Aku di Unnes jurusan pgsd, si (A) di Upgris jurusan management, si (R) di Udinus jurusan kesmas, dan si (S) di kedinasan impiannya tidak lain tidak bukan di PIP Semarang jurusan Nautika lewat pola pembibitan
Kami senang, dulu semasa sma, kami cuman bisa berangan angan untuk bisa berada di Semarang semuanya
Alhamdulillah Allah kabulkan doa dan keinginan kami

Beberapa waktu lalu
24 September lalu aku bermasalah sedikit diantara mereka, sampai aku leave dr grup wa orkay
Tidak usah aku ceritakan disini apa permasalahan itu, nanti akan panjang lebar sekali
Tapi, 22 Oktober alias dua hari lalu
Aku merasa sudah cukup permasalahan ini
Jadi aku join kembali di grup itu, dan merasa semua sudah clear

Aku sering juga mengabari ayah ibu, bapak, dan buk por
Bertanya bagaimana keadaan mereka, dan beberala pertanyaan lainnya
Aku kangen rumah, kangeeennn sekali tidur larut malam dan bangun kesiangan di kamar kecintaanku
Tetapi aku juga senang di sini, semoga bisa selalu senang 
Aamiiinnn!

Oiya, aku dan pra ldr, Semarang—Jakarta
Entahlah ku kira waktu itu, dua tahun lalu kalau tidak salah
Kita tidak sengaja membicarakan hubungan jarak jauh
Dan beberapa bulan setelah percakapan itu, aku sering merenung dan berpikir keras
Apakah aku akan sanggup?
Apakah aku bisa?
Apakah kita berdua akan berhasil?

Tetapi, selalu kukatakan berulang kali
Waktu cepat sekali berlalu
Aku dan pra tiba di bulan Mei, aku berada di Semarang untuk beberapa urusan seperti tes utbk atau daftar mandiri pgsd unggulan
Dan ia berangkat ke Jakarta ketika aku berada di Semarang, di rumah saudaraku
Hari pertama kepergiannya itu
Aku menangis sesenggukan di beranda rumah saudara perempuan ku, di kamar keponakan laki lakiku
Seakan akan mengulangi tanya
Secepat inikah?

Akhirnya mau tidak mau pun hubungan jarak jauh itu dimulai dan mau tidak mau pula harus kami berdua lalui
Berat, kalau boleh dikata
Tetapi pra selalu mengingatkan ku untuk kembali pada tujuan awal kita masih masing
Beradaptasi dan menerima kenyataan bahwa kami tidak akan telfonan lagi adalah hal yang sulit buatku
Apalagi waktu itu Mei, dan bulan depan adalah Juni
Aku mengira dan beranggapan bahwa mulai hari pertama ldr kita itu
Tidak akan ada lagi ucapan selamat ulang tahun untukmu di bulan Juni
Yang pasti, awal awal sekali 
Ldr buatku adalah hal yang sangaaattt sangaaattt melelahkan
Aku harus diam diam di kamar keponakan laki lakiku sendirian, mengunci pintu, memasang earphone warna abu abu seperti kesukaan pra, mendengarkan musik "berpisah" yang dinyanyikan oleh Vanessa Prescillia diiringi the panas dalam band, dan meneteskan air mata
Kangen sekali
Tapi apa boleh buat
Aku merasa
Pada akhirnya pun kita harus menghadapi “kenyataan”

Hehehe, ternyata banyak sekali ya ceritanya.
Padahal itu sudah ku peringkas sebisa mungkin
Maaf aku baru sempat menuliskan di blog ini
Seperti kebanyakan mahasiswa baru, dikejar makalah ppt presentasi dan ospek yang bertubi-tubi

Aku jadi ingat perkataan pra
Nanti kalau kita jauh, dan kamu kangen aku, tidak usah bersedih, tenang saja
Kamu cukup melihat langit yang biru
Di sana ada aku
Karena kita menatap dan berada di bawah langit yang satu

Aku mencintainya, tidak lain tidak bukan karena perjalanan dan banyaaak senang sedih yang kami lalui dan membuat kami menjadi kuat hingga sampai di titik saat ini
Akan tetapi aku menulis semua isi dalam blog kali ini untuk diriku bukan untuk pra, atau temanku, atau untuk siapapun
Ini untukmu, Tri Anisa Kusumawardani
Yang kuat-kuat dan tabah selalu.

Ku cukupkan dulu ceritaku kali ini, lain waktu kita sambung lagi, dan semoga kamu selalu berkenan membacanya kembali ya nis.
Peluk erat sebesar dunia untukmu❤️


                                                       24 Oktober 2023
                                                                  TriAnisaK

Postingan populer dari blog ini

perihal bagaimana akhirnya kami saling mengerti

akhirnya kami ada di sini

merajut kenangan