dituntun pulang


Pola pikir kami berbeda jalan

Aku menganggap semua hal hal sederhana, dan hal hal yang terlambat adalah sesuatu yang tidak mengapa karena itu hanya terlambat, bukannya sama sekali tidak dilakukan
Sedangkan
Lelaki bertubuh tinggi itu menganggap semua hal sudah mempunyai porsinya, terserah, itu sedikit atau besar, lapar atau kekenyangan, yang pasti harus sesuai takaran dan ukuran. Seolah olah semua hal yang ada di dunia ini adalah sesuatu yang konstan. Sejauh ini aku lebih sering mendapati ego dalam hubungan kami. 
Yap, kami berdua memang api, tapi kobarannya lebih menyala-nyala daripada yang kumiliki.
Semua hal yang ia inginkan harus didapatkan saat itu juga, enggan menunggu, enggan memaafkan.
Aku bersusah payah berjalan walau bukan lagi jalan beraspal yang kudapatkan, melainkan banyak jurang.
Nis, kalau kamu masih selalu penasaran terhadap apa yang menimpa hal-hal menyenangkan dalam dirimu, kamu harus terlepas dulu, berdoa dan saling mengingatkan.

Kamu sering sekali berada di ujung tanduk, tetapi Tuhan selalu menolong lewat ranting dan daun daun yang kebetulan juga hampir jatuh.
Pagi di bulan Januari kali ini, kamu kembali di sapa oleh permasalahan yang ini lagi. 
Terserah, karena yang bisa kulakukan adalah berdoa semoga tetap selamat dan waras sampai tujuan.

Aku juga sering sekali mendapati posisi posisi yang menyeramkan, seperti diserbu ketakutan. Tetapi keberanian selalu menuntunku kembali pulang


—24 Januari 2024


Postingan populer dari blog ini

perihal bagaimana akhirnya kami saling mengerti

akhirnya kami ada di sini

merajut kenangan