kamu selalu berjalan
Memang hidup bukan persoalan yang mudah ya
Seperti kita tau
Banyak orang datang kalau hanya memerlukan sesuatu
Banyak yang pergi ketika sudah tidak ada lagi
Takutnya kalau terus-terusan begitu
Kita yang kepikiran
Apa penyebab nya?
Kenapa bisa?
Apa memang kita nggak pernah murni ada di hidup mereka?
Jadi teman mereka?
Sekarang 26 September
Sudah satu bulan sendiri
Nggak menulis blog lagi
Ya karena ada banyak hal yang terjadi
Harus ku akui
Bahwa ada beberapa hal yang gak perlu diceritakan semuanya
Cukup disimpan dan disyukuri
Barangkali doa-doa diujung ruangan ini
Saling pekat, saling lekat
Dan saling kembali
September
Dan beberapa cerita di dalamnya
Ada hal hal yang baru
Bukankah memang begitu
September berjalan cepat sekali
Sudah di penghujung akhir
Kayaknya memang
Waktu nggak bisa disangkal cepat berlalunya
Aku ingin sedikit berani
Sedikit saja dulu
Berani jadi diriku sendiri
Berani tunjukan apapun yang kumiliki
Berani mengakui bahwa masa lalu nggak melulu harus disembunyikan
Karena hidup adalah seperti perjalanan menaiki kereta
Kamu duduk disebelah kaca jendela warna biru tua
Warna yang kian memudar
Di depan situ ada sepotong roti untuk sarapan dan secangkir kopi hitam legit
Perjalanan itu membawa kita melanglang buana ke wisata-wisata masalalu
Duduk saja, diam
Memerhatikan jalanan tanpa hujan
Tiada hujan bukan berarti tidak ada kesedihan
Siapa tau sudah dibasuhnya
Siapa tau sudah disapanya
Perjalanan itu nggak akan pernah selesai
Nggak akan pernah ada habisnya
Kecuali kalau kita mengambil
Satu-dua hal dan meninggalkan beberapa diantaranya
Kalau di ingat-ingat lagi
Beberapa tahun lalu
Kita sering sekali menulis di buku
Menulis tentang rasa senang
Yang kita kira akan kekal
Menulis tentang perasaan jatuh cinta yang nggak bisa terselamatkan
Menulis tentang banyak sekali hal-hal
Yang tentu saja sudah nggak bisa di ulang
Bukunya hilang,
Bukunya ada dua atau lebih mungkin
Warnanya ungu muda
Sudah nggak tau ada di mana
Buku dan semua tulisan-tulisan
Tapi ingatannya masih
Di sini
Tersimpan rapi, rapat, dan terkunci
Ya, yang namanya perjalanan menaiki kereta
Pasti akan berpindah tempat
Atau gerbong kereta
Kita biarkan saja
Sesuatu yang kalau dibawa ke mana mana justru mengingatkan
Pada musim hujan bulan Desember
Atau pertemuan di sebuah dunia yang fana
Semesta raya
Punya banyak sekali cara
Membawa kita berangkat dan beranjak
Menaiki kereta atau berjalan saja pelan pelan
Sekitar empat tahunan lalu
Kamu ingat kamu menghadapi sesuatu
Yang kamu malas mengingatnya
Enggan membicarakannya
Kamu sering bilang banyak kesedihan dan hal hal yang kurang menyenangkan
Adalah sebuah badai yang terjal
Memang, memang nis
Hidup penuh kejutan
Dan
Kamu ada di sini sekarang
Kamu tau bahwa berakhir dan perpisahan adalah kata yang akan selalu kita hindari
Tapi kayaknya nggak boleh begitu ya
Akhir dan selesai adalah bagian dari semua perjalanan ini nantinya
Kamu punya jarak panjang
Perihal pertanyaan
Kenapa, mengapa perasaan itu sudah tidak karuan
Padahal sudah tidak ada lagi yang perlu di tata
Padahal sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, diceritakan
Bahkan ketika kamu membuat semua puisi, dan suara itu mewakili dirinya
Kamu punya jarak panjang untuk
Menjemput semua hal yang harusnya kamu bawa dari lama
Sekarang waktunya nis,
Sekarang waktunya kamu kembali kepada dunia
Kepada semesta
Supaya kamu bisa jadi sepetak kecil ruangan penuh ingatan di dalam kepalanya
Sekarang waktunya kamu melanjutkan cerita
Bukan lagi cerita yang waktu itu
Tapi cerita yang baru
Kamu berjalan nis
Kamu beranjak,
Dan dengan begitu aku selalu tau bahwa sesuatu nggak usah terlalu kita genggam sekuat tenaga
Karena ketika sudah habis waktunya
Ya harus dilepaskan
Maka ketika semua hal yang ingatan mu punya
Jadikan saja tulisan yang tidak akan lekang
Dengan begitu pula
Kita saling tau
Bahwa dengan menuliskan
Kita selalu bisa belajar cara mensyukuri segala hal
26—September—2021
TriAnisaK