setumpuk penuh



belakangan ini
depan rumahku
lebih tepatnya beranda rumahku
banyak sekali berubah
sekarang sinar matahari lebih sering masuk
di ubin,di tembok,di kaca,di daun daun kering,di kursi kayu yang warna coklatnya sudah luntur

hari ini ,pagi siang dan sore tadi
aku menyantap sepiring penuh puisi puisi
dari Rabu Pagisyahbana (cinta yang putus tak pernah putus)
benar ,kurang lebih 110 halaman akan aku habiskan sehari ini
duduk duduk di depan rumah,di kursi tunggu ruang tamu,di dalam kamar ibu
ya tidak ada teh ataupun kopi pula air putih
karena ya sudah terlalu larut ke dalam puisi
puisi ini begitu manis jika disandingkan dengan banyak minuman

sekarang
ketika aku menuliskan ini
aku sampai membaca salah satu isinya
tertera halaman -95
tidak tau kenapa halaman nya pakai tanda (-)
tapi berasa beda,berasa langka,berasa menyenangkan

lalu di suatu petang aku menghampiri satu halaman
berjudul “Menulis”
salah satu bait yang jadi favorit ku pada halaman itu adalah 
“Tuhan memberi kita banyak teka-teki.Maka aku akan mengisinya serupa kau mengisi pertemuan dengan perpisahan yang tak pernah habis”

kalian bisa cari sendiri maknanya
kalian bisa cari tau sendiri artinya
sesuai apa yang ada di dalam kepala

aku suka tulisan beliau ketika 
menggambarkan seolah-olah puisi memintanya menulis seperti biasa,dan secukupnya

seperti hidup
seperti perasaan
semua yang jadi milik kita sekarang
semua yang jadi perasaan kita sekarang
harus secukupnya
sama juga seperti lagu ciptaan “Hindia”

soal senang dan sedih
kita pasti sering ketemu sehari hari ya
bukan
bukan hanya di kita saja
tapi juga di banyak orang
yang dekat,yang jauh,yang mengenal ,dan yang tidak mengenal,yang satu kota, yang tidak satu kota

kita harus yakin semua kesedihan akan berakhir
cepat ataupun lambat,lama ataupun sebentar

mensyukuri

kita juga tau banyak cara untuk mensyukuri
tidak usah kita cari maknanya lebih jauh lagi
karena arti bersyukur itu , dimulai dari diri sendiri

halo diri sendiri,
halo kalian kalian
suatu hari nanti kalau kalian menemukan ini
jangan lupa bersyukur
jadi manusia yang kuat hari ini
kalian hebat
terimakasih sudah melakukan yang terbaik setiap saat

setelah buku puisi ini,
satu persatu buku buku baru
mulai habis
nanti kalau ada waktu 
kita baca lagi ya

kalau kita kelelahan,
kalau kita kehilangan,
kalau kita sulit melepaskan,
kalau kita sulit melupakan
kalau kita merasa hidup ini banyak sedihnya
ga apa apa ya
mungkin beberapa pertemuan harus diakhiri dengan perpisahan, 
sama seperti sesuatu yang pergi akan pulang lagi
bukan ,
bukan orangnya tetapi bahagia bahagia yang sebelumnya
jadi,semangat selalu

sama seperti keinginan
manusia
ya, manusia
punya banyak keinginan
ingin makan apa,ingin hidup dimana,ingin memakai baju yang mana,ingin hidup bersama siapa,ingin pulang jam berapa,ingin tau alasannya bagaimana,ingin tau mengapa satu persatu dari puisi yang mereka baca menyisakan setumpuk penuh sorotan di dalam Instagram

Postingan populer dari blog ini

perihal bagaimana akhirnya kami saling mengerti

akhirnya kami ada di sini

merajut kenangan