empat tahun sepertinya.
katanya waktu itu
“biarkan saja berlalu”
tetapi tidak berselang waktu
dia kembali sebentar
mengambil kunci motor dan menaruh ribuan ucapan selamat tinggal
dia kembali ke halaman terakhir sebelum memutuskan pergi
dia kembali memunguti seluruh perasaannya , seluruh hatinya yang pernah pecah berkeping-keping
katanya,
“siapa tau masih ada yang bisa diselamatkan”
padahal tidak
padahal tidak ada satupun yang ia tinggalkan hingga sekarang
hingga tiba suatu waktu menghampirinya yang sedang duduk di pelataran
diam,melamun, kesepian, sendirian
menunggu
“masih adakah kereta yang akan lewat?”
jarak itu,ya jarak itu setelah sekian jauh melaju
nyatanya tetap ada disitu
aku
menuliskan ini
untuk mengajakmu
mengingat-ingat
bagaimana kalian bisa saling bertemu
dan kemudian luruh serta gugur
layaknya musim salju
sebulan yang lalu,
aku beli buku baru
dan penggalan ini kutuliskan disitu
untuk semakin menjauh
untuk semakin semu
untuk semakin menjadi abu-abu
yang diam mematung dan membisu
selalu.
.
aku menuliskan mu sampai tak terhingga
karena waktu itu
kamu adalah mata air di setiap gurun
kamu adalah sinar terang ketika hendaknya takut kegelapan
kamu adalah ujung pelangi yang ditemukan setelah hujan
kamu juga adalah hadiah terindah yang sekarang sudah tidak lagi menjadi demikian
lalu
setelah satu persatu yang kamu bawa kemari menghilang
aku yakin sekali
kamu tau apa selanjutnya
kamu tau apa keadaannya
kamu sudah tau semua yang kita mulai akan selesai dan menjadi pada akhirnya
sudah aku biarkan
kamu mengarungi lautan
sudah kubiarkan kamu cuman menjadi bayangan saja
dan pada akhirnya kita saling tau
berpamitan akan selalu meninggalkan kesedihan
dan sekarang
perempuan yang kamu tinggalkan sendirian itu
sudah beranjak ke sabana yang jauh
yang sudah tidak akan lagi kamu cari tau
.
sudah berapa kali ku bilang
kamu jadi bagian dari separuh yang ada
di dalam kepalaku
yang kutuliskan ke dalam buku
yang ku suarakan dari dari waktu ke waktu
tahun ini,hari ini
aku menyaksikan kembali
pagi yang cerah ,pagi yang indah
sama seperti empat tahun silam
soal empat tahun itu
aku tau kamu sudah lupa
sudah enggan mengingat
sudah enggan bertegur sapa
karena,ya untuk apa
aku menuliskan ini
cuman untuk mengingat
rentetan hari hari yang pernah kita pinjam
berdoalah
karena doaku yang waktu itu akan menjadi sehimpun hal baru yang datang dan yang pulang dari kamu
berdoalah
sampai kamu benar benar sampai ke tujuanmu
sampai kamu hanya mengingat
bahwa yang tertinggal di masa lalu
cuman bahagia-bahagia
kamu, terimakasih ya
terimakasih kamu sudah memilih jalan itu
hingga pada akhirnya aku menemukan diriku yang sempat tertinggal jauh
terimakasih banyak.
1 July, 2021
—aku, selalu aku bukan