—akan kuakhiri sampai sini
depan rumahnya sudah tidak sama seperti waktu kamu datang
bangunan kuno itu cuman menyisakan gambar gambar dalam galerinya
sekarang kamu cuman akan lihat
di depan,di samping kiri, dan kanan rumahnya berganti jadi bangunan baru
berwarna putih dan biru
sama persis seperti kediaman ibumu
kalo kamu tanya apa aku ingin kesana
aku yakin sekali kamu sudah tau jawabannya
tidak,ya,tidak
tidak akan
sudah bukan kapasitasku untuk berkunjung
sudah bukan jatahku
aku ingin ingat-ingat saja bahwa aku pernah kesitu
lihat tiang hijau tosca sedikit tua ,duduk di sofa, minum teh panas,menghabiskan senja,dan merayakan
banyak hal
sekarang ,aku akan merayakan banyak hal menyenangkan
itu dirumahku sendiri
di beranda,di dalam kamar,di gudang,di atas loteng,di
sekat luas antara rumahku dan tetangga
aku ingin menghadiahkan kamu sesuatu yang akan kamu ingat
bahkan sampai suara kendaraan di depan jalan rumahmu tidak lagi terdengar
ya,nanti—di kemudian hari
jika kamu menemukan salah satu perintilan,dan cindera mata
yang kubuat
anggap saja itu untukmu
anggap saja itu kado,kejutan,hadiah,penghargaan,ucapan selamat
dan apapun untukmu
ya,anggap saja begitu
hati hati dijalan ya
aku yakin sekali kamu tidak akan ingat aku,
ingat aku,siapa namaku,dimana alamatku,
kenapa kita tidak lagi bertemu,kenapa pula
setiap waktu ,semua berubah dan jadi membisu
percayalah yang namanya ingatan cuman ada di
benak,di dalam kepala yang sengaja,yang butuh
petualangan,yang butuh pertanyaan sekaligus jawaban,
yang menerka nerka kemana datang dan perginya
burung sepasang,terbit dan tenggelam,hidup dan
kematian,sebab dan akibat ,arah dan tujuan,serta
deretan angin musim kemarau yang datang dari sebelah
utara
cari
carilah diantara ,banyaknya cerita yang kamu baca,
yang kamu ciptakan ,yang kamu selipkan,yang kamu tinggalkan,yang kamu
mulai,yang kamu tuai,yang kamu semai
cari sampai di ujung puncak bukit dan pepohonan di
dataran,cari sampai suatu saat kamu sadar
yang kamu biarkan sendirian itu kini menjadi
angkasa yang menaungi dan tanpa batas
tidak akan kubawa namanya terlalu jauh,
karena seperti katanya
"jangan berdiam diri di masa lalu"
dan aku akan mewujudkan itu
bukan bukan lagi untukmu
tapi untuk diriku
ya,benar
kita tau beberapa hal akan keliru
kalau sering disalah artikan
kita juga sama sama tau
yang namanya manusia selalu
punya kesempatan,
kita juga tau kalau nggak ada yang
yang namanya cukup untuk satu
keinginan
maka dari semua itu
aku biarkan tulisan ini,
sepenggal kisah ini,
serangkaian puisi ini
jadi satu hal dari sekian banyak
ingatan di dalam kepala
yang akan abadi
bersama segala perpisahan
yang sudah terjadi
tidak ada kata sekadar pamit,
karena aku akan mengakhiri
sesuatu yang sudah selesai
ketika kamu memutuskan pergi
dan memilih untuk tidak akan pernah
kembali
22Juni2021
tertanda,yang menuliskanmu
selalu.
Tri Anisa K